jump to navigation

PROMOSI: Kejar, Diam atau Lari

PROMOSI... itu sudah pasti, tinggal kapan dan dimana…

Ada sebagian dari pegawai yang sangat mengharapkan bahkan hingga dikejar (Tentunya dengan berbagai pertimbangan dan alasan). Namun ada sebagian yang tenang-tenang aja… datang sekarang syukur nggak datang juga nggak apa-apa. Bagi mereka tidak ada nilai lebihnya. Namun ada juga sebagian dari pegawai yang sangat mengindar bahkan lari menjauhinya (Pasti dengan pertimbangan dan alasan-alasan tertentu juga).

Rekan-rekan boleh komentar apa saja tentang hal ini…. tidak ada yang salah dalam berpendapat… tidak ada yang “ditabukan” dalam berdiskusi.

Monggo silahkan…..

Komentar»

1. bapakethufail - Sabtu, Juni 28, 2008

Promosi.. hemmmmmmm, nyam nyam nyam, au ah….., atuuuuuut
lutpheh aja yang udah jadi seksi, ngajukan pindah jadi pfpd je….

2. yetty - Senin, Juni 30, 2008

mengalami sesuatu hal yang baru itu memberi sensasi..termasuk prom osi. hahaha

3. agung ts - Selasa, Juli 1, 2008

promosi koq sensasi, bukannya sensitif ? karena terkandung motivasi untuk mengejar, mendiamkan/membiarkan atau menolaknya yg bersifat privasi.
kalo ane sih, “prongosi” aje lah

4. yetty - Selasa, Juli 1, 2008

Ya diliat dari sudut pandang mana dulu, boss. Waktu sudah berhasil itu bisa menimbulkan sensasi, waktu masih berproses itu mungkin sensitif .

5. gembung prakoso - Rabu, Juli 2, 2008

kalo memang promosi itu akan memberikan perubahan yang lebih baik bagi direktorat dan anak buah why not….
kata pak imam, memberi manfaat bagi yang lain… setidaknya kita memberi contoh dan teladan yg baik pada anak buah. jgn setelah promosi, jadi pemimpin yg sewenang2. Piss!

6. masandhy - Rabu, Juli 2, 2008

Pada entity/organisasi yang normal dan sehat promosi memang menjadi tujuan, karena menjadi ukuran kompetensi ybs, dan tentunya diikuti bertambahnya kompensasi yg diterima. Proses untuk bisa promosi pun dengan kriteria yang jelas.Kalau konteksnya pada organisasi kita (ini menurut saya lho…) ini akan menjadi opsi pribadi, karena untuk promosi (katanya lho!!) dibutuhkan kecerdasan sosial untuk membuat suatu jejaring yang kuat disamping itu juga ada konsekuensinya. Ya kalo promosinya deket deket, kalo harus jauh sama keluarga.., nilai tambahnya apa? kompensasi? (habis di jalan bos..) Aktualisasi diri? (ha ha ha ,kata anak saya capcay deh.)nilai tambah buat organisasi ?(ihiks ihiks mbuh idealisme saya ke mana..). Coba kita hitung ongkos sosialnya bila jauh sama anak anak dan mboknya tentu, sebanding nggak….Kalo saya pribadi sih, prioritasnya adalah keluarga, dan untuk bersikap sangat tergantung dengan gantungannya. Kalau boleh jadi gareng ,maunya me “ngejar” promosi di tempat yang nggak harus ninggalin anak dan isteri, pasti gurih bin renyah sekali….Kalau di tempat yang jauh sekali mendingan lari kali …..(bisa nggak ya..)

7. agung ts - Rabu, Juli 2, 2008

kalo ‘gareng’nya kebanyakan, kasian organisasi pewayangan atawa pak dalangnya dong, pak andhy.
mendhing jadi penonton wayang aja kali ya, bisa nanggap dan pilih atau gonta ganti lakon, bisa menikmati sambil ‘ngacang’ (makan kacang, red), boleh khatam ceritanya atau malah ketiduran, zzzzzzzzzzzzzzzzz.

8. masandhy - Rabu, Juli 2, 2008

Ha ha ha ha ….., emang enaknya jadi penonton wayang Gung, apalagi nontonnya di Monas, di tugu Pahlawan, di tugu Muda atau di gedung Sate.
Itu khan berandai andai, lagian saya tidak tergabung dalam AGARIN (Asosiasi Gareng Indonesia), karena persyaratan untuk menjadi anggotanya sangat berat.

9. gembung prakoso - Rabu, Juli 2, 2008

wahai teman2ku yg mau promosi…
sudah menjadi pakem, kalo promosi mesti keluar daerah (keluar jawa).
walaupun dimana tempatnya dan jabatannya, jgn tinggalkan kreativitas, produktivitas dan profesionalism.
jgn di tempat baru, hanya menghabiskan waktu untuk menunggu skep mutasi yg akan datang… kapan majunya di daerah kalo kita berbuat demikian. he..he… sok pejabat banget gaya ngomongnya.
Hidup Gareng!!! memang gareng itu matanya ‘belok’ ndi…
IMBI (ikatan mata belok indonesia) ketuanya pipit

10. bapakethufail - Rabu, Juli 2, 2008

siapa bilang pak gembung….
kalau gitu aku ke semarang lagi aja….. nggak usah promosi deh !!!

11. agung ts - Rabu, Juli 2, 2008

wuah tambah menarik neh.. masalah per’gareng’an.. memang persyaratan jadi gareng koq berat, Mas andi? seberat apakah gerangan ?
kalo gak salah Gareng kan purnakawan yang berkaki pincang yang melambangkan sifat Gareng sebagai kawula yang selalu hati-hati dalam melangkahkan kaki.
Selain itu, cacat fisik Gareng yang lain adalah tangan yang ciker atau patah yang melambangkan bahwa Gareng memiliki sifat tidak suka mengambil hak milik orang lain. Tumit kanannya juga terkena semacam penyakit bubul.

kalo dikait-kaitkan dengan isu promosi dan watak yang sak udele dhewek kayaknya, ‘gareng’ tidak begitu relevan, karena sesuai pakem justru Gareng pernah menjadi raja di Paranggumiwayang dengan gelar Pandu Pragola. Saat itu dia berhasil mengalahkan prabu Welgeduwelbeh raja dari Borneo yang tidak lain adalah penjelmaan dari saudaranya sendiri yaitu Petruk.
Dari hasil perkelahian itu, tidak ada yang menang dan kalah, bahkan wajah mereka berdua rusak. Kemudian datanglah Batara Ismaya (Semar) yang kemudian melerai mereka. Karena Batara Ismaya ini adalah pamong para ksatria Pandawa yang berjalan di atas kebenaran, dia (Ismaya) memberi nasihat kepada kedua ksatria yang baru saja berkelahi itu. Karena kagum oleh nasihat Batara Ismaya, kedua ksatria itu minta mengabdi dan minta diaku anak oleh Batara Ismaya itu. Gareng kemudian diangkat menjadi anak tertuang (sulung) dari Semar.

istilah ‘maunya gareng’ kan berasal dari kosa kata mbah ‘warsitno’ dulu

12. agung ts - Rabu, Juli 2, 2008

oh ya satu lagi sifat gareng, mata ‘kero’ bukan ‘belok’ kata oom gembung, mata ‘kero’ melambangkan kewaspadaan .

13. masandhy - Rabu, Juli 2, 2008

ituttttttttttttttttttttttttttttttttttttt

14. pingkanrizkiarto - Rabu, Juli 2, 2008

weeeeh…. kayaknya mas agung pernah meguru sama pak Timbul ya ? mbuh Timbul dalang ato Timbul srimulat.
Promosi ? harga promosi boleh deh, luwih murah…

15. masandhy - Rabu, Juli 2, 2008

he he he, salut buat mas agung ts yang sampe googling cari info tentang gareng beneran, yg cerita , pesan maupun simbol yang menyertainya sangat kental dengan falsafah hidup. Yang saya maksud gareng tentunya bukan gareng beneran yang menggambarkan perilaku waspada itu. Gareng saya adalah versi gareng yang beredar dan dikenal akrab dng kite-kite, yang maunya penginnya keturutan terus. Karena saya anggap kita punya persepsi yg sama ttg gareng yg saya maksud ini, makanya ane pake istilah tsb, tapi kalau dirasa kurang pas, gimana kita diskusikan dulu istilah/analogi apa yg bisa mewakili perilaku itu, mumpung kita lagi di teras diskusi nih…..(gile, hari ini kok ane garing banget ya)

16. agung ts - Rabu, Juli 2, 2008

itu seh sama dengan gareng versinya mbah warsitno

17. agung ts - Rabu, Juli 2, 2008

lha ane lagi ngemil garengan iki, pisang gareng, tempe gareng etc yo wis lah, ganti topik wae pak mods.

18. masandhy - Rabu, Juli 2, 2008

garwo = sigarane mendowo
gareng = sigarane mereng

19. gembung prakoso - Rabu, Juli 2, 2008

woooi…ini topiknya promosi, bukan perGarengan.
Mam, buka judul topik baru dong…
Gareng udah Garing

20. customs6th - Rabu, Juli 2, 2008

ada usulan tema diskusi yang baru ?????
bagaimana kalau tentang sekolah anak ?????
ini kan masuk tahun ajaran baru !!!!!
kasih masukan dong !!!!

21. agung ts - Rabu, Juli 2, 2008

perkenankan ane usul dua topik aja neh :
satu ‘topik ismail’
dua ‘topik phill collin’
saya rasa topik tsb lebih mak nyuzz ……

22. yetty - Rabu, Juli 2, 2008

Ok deh, dr diskusi ttg promosi ini, kita tutup dengan kesimpulan bahwa gareng itu matanya kero bukan belok..gitu kan petruk?

23. mbakpipit - Rabu, Juli 2, 2008

topik isamail udah ada di penghuni teras, topik pil colin belum… jd yg mau digosipin yg mana?

24. bapakethufail - Kamis, Juli 3, 2008

katanya makan sekedar nasi
tapi masih kau cari sambal terasi
katanya pingin berendah diri
tapi kasak kusuk mengharap promosi

tali rambut tali ikatan
tapi jangan tuk gantung diri
bilalah engkau menduduki jabatan
jangan lah engkau berlupa diri

25. bapakethufail - Kamis, Juli 3, 2008

gareng petruk adalah tokoh fiksi
tergantung dalang mengatur misi
kalau hanya sesuap nasi
mengapa kita terlalu ambisi

26. masandhy - Kamis, Juli 3, 2008

beribu kaki berderap-derap
kemerdekaan negeri kita rebut kembali
bukan promosi yang hamba harap
cuma mutasi supaya deket sanak famili

pergi ke pasar bisa naik taksi
janganlah lupa memaki cawat
bila kelamaaan tidak mutasi
wualahhhh bisa jadi gawat

27. agung ts - Kamis, Juli 3, 2008

ya iya lah
ya iya dong
ya sudahlah
naek odong odong

28. bapakethufail - Kamis, Juli 3, 2008

berderap-derap beribu kaki
kemerdekaan negeri kita rebut kembali
memang… kalau lama tidak mutasi
takut nanti lupa orientasi

kalau hanya memakai cawat
janganlah pergi naik taksi
kalaulah sudah begitu gawat
cepatlah engkau minta mutasi

si agung bilang ya iya si
tapi juga bilang ya iya dong
kalau ingin segera mutasi
jangan duduk sambil bengong

29. gembung prakoso - Kamis, Juli 3, 2008

makan terasi
makan pisang goreng
kalo pingin mutasi
mintalah ke Gareng..

(lho kok ke Gareng lagi…)

30. mypro6ress - Kamis, Juli 3, 2008

bisa kasih tau ga, enaknya promosi..
biar yg belum promosi jd kepingin..
trus kl udah kepingin promosi, bs ga dipromosiin ?

31. yetty - Kamis, Juli 3, 2008

kepingin promosi ya?
Eh om admin, ini ada yang mau promosi nih, buka teras baru dong teras promosi..!

32. mypro6ress - Kamis, Juli 3, 2008

trus, enaknya apa Yet, kalo bisa promosi ?
banyak enaknya ato ga? kalo banyak ga enaknya, ngapain promosi ?

33. yetty - Kamis, Juli 3, 2008

lah emang promosi apa? bukan promosi mau jualan barang tho? ya maap kalo gitu..

34. sad w e - Kamis, Juli 17, 2008

promosi kalo kita memang masuk kriteria n mampu…kenapa enggak ?
cepat ato lambat promosi itu akan dateng juga ke kita…..
tinggal nentuin tempatnya…nah ini ini nih yang agak berat….perlu loby kalo pingin milih…..loby disini bisa diartikan macem-macem…bisa pake fulus (katanya lho) ato angkat telor atasan (katanya juga lho) ……ato dengan kinerja yang baik dan luar biasa.(biasanya atasan yg baik akan care ke kita)… ..

35. bapakethufail - Selasa, Juli 22, 2008

perut lapar perut belum diisi
tapi jangan makan sop buntut
katanya sebentar lagi ada mutasi
idiiiiiiiiiih takuuuuuuuuuuuut

36. sad w e - Selasa, Juli 22, 2008

pak Imam, phobia mutasi ya……

37. bapakethufail - Selasa, Juli 22, 2008

bukan phobia mutasi….>>>>> aku agak suka bunga e-phobia, pokoknya yang warnanya indah om !!!! bunga desa boleh lah…..
nek mutasi…….>>>> au ahh elap

38. bapakethufail - Selasa, Juli 22, 2008

pindah lagi jadi auditor ke semarang enak kali ya ?????

39. masandhy - Selasa, Juli 22, 2008

phobiakarta aku gelem mam, opo maneh surophobia, nyam,nyam, gurih….

40. sad w e - Selasa, Juli 22, 2008

kalo bunga citra lestari mau mam ?

41. bapakethufail - Selasa, Juli 22, 2008

mau banget……
masandhy maksa banget tuh….. mudah2an Allah mengabulkan doa dan permintaannya…. amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: