jump to navigation

Hari keempat

Al Qur’ankan Hidupmu

Alhamdulillah, Yang Maha Memberi tak terperi bagi siapa saja yang taat kepada-NYA dan memohon-NYA. Alhamdulillah yang Maha Keras siksanya bagi siapa saja yang menolak dzikir kepada-NYA dan bermaksiat kepada-NYA. Karunia-NYA menimpa siapa saja yang DIA kehendaki. Allah menurunkan Al Qur’an sebagai rahmat kepada seluruh alam semesta. Penerang bagi setiap orang yang menempuh jalan menuju-NYA. Barang siapa yang berpegang kepada Al-Quran, dia akan mendapatkan apa yang diinginkannya. Shalawat dan salam atas Rasullullah Muhammad, kepada para sahabat dan pengikutnya.

Allah berfirman:

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS Shaad : 29)

Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Furqon (Al-Qur’an) kepada hamba-NYA, agar dia menjadi peringatan bagi seluruh alam.” (QS Al Furqon : 1)

Al Qur’an adalah buhul Allah yang sangat kuat. Dia adalah petunjuk shirat al mustaqiim. Siapa yang menerapkan isinya akan berbalas pahala, dan akan terang keputusannya. Siapa yang menyeru kepada Al Qur’an, berarti ia mendapatkan petunjuk ke jalan lurus yang Allah bentangkan. Para ulama tak pernah puas mengkaji dan mengungkap isinya. Lisan tak pernah selesai mengucap kandungannya. Hawa nafsu tak mampu menyimpangkan isinya. Meninggalkan Al Qur’an dan mengikuti jalan selain jalan orang beriman, berarti meninggalkan Allah hingga kelak akhir tempatnya jahannam.

Allah berfirman :

Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu, dan Kami masukkan ia dalam Jahannam. Dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS An Nisa:115).

Saudara tercinta,

Rasulullah mengatakan,”Al Qur’an menjelma di hari kiamat, lalu ia mendatangi seseorang yang membaca Al Qur’an tapi melanggar isinya. Al Qur’an menjelma menjadi musuhnya, ia mengatakan, “ Ya Rabb Engkau memberikan aku kepada orang ini, tapi dia adalah seburuk-buruk orang yang membawaku. Dia mngetahui batasanku tapi menyia-nyiakan kewajibanku, melakukan kemaksiatan kepadaku dan meninggalkan taat kepadaku. Al Qur’an terus menerus melontarkan tuduhan dengan berbagai alas an sampai akhirnya orang itu dijebloskan ke dalam neraka.” (Al Mustadrak, 1/291)

Bagaimana bila sesuatu yang sebenarnya bias member syafaat judtru berubah menjadi musuhnya di hari kiamat?

Apakah kita tidak tahu,

Kelak dikatakan kepada orang yang membaca AL Qur’an di hari kiamat. “ Bacalah dan teruslah naik sebagaimana ayat yang telah engkau baca di dunia, karena kedudukanmu adalah diakhir ayat yang engkau baca di dunia.” (HR. Ibnu Majah).

Para salafushalih, selama bulan ini berlomba memperbanyak membaca Al Qur’an. Malaikat jibril memperdengarkan Al Qur’an kepada Rasulullah pada bulan Romadhon. Utsman bin Affan mengkhatamkan Al Qur’an setiap hari pada bulan Ramadhan. Sebagian Salafushalih menghatamkan AL Qur’an dalam shalat tarawih setiap tiga malam sekali, tujuh malam sekali, dan sepuluh malam sekali. Mereka selalu membaca Al Qur’an baik di dalam shalat maupun di luar shalat.

Saudaraku,

Imam Asy Syafi,I dapat menghatamkan Al Qur’an sebanyak enam puluh kali di luar shalat dalam bulan Ramadhan. Sementara Al Aswad menghatamkan setiap dua hari sekali. Qatadah selalu menghatamkan setiap tujuh hari sekali di luar Ramadhan, sedangkan pada bulan Ramadhan ia menghatamkan setiap tiga hari sekali. Dan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan ia menghatamkan asetiap malam. Pada bulan Ramadhan Imam Az Zuhri menutup majlis-majlis hadits dan majlis-majlis ilmu yang biasa diisinya. Ia menghususkan diri membaca Al Qur’an dari mushaf. Dan Imam Ats Tsauri, beliau meninggalkan ibadah-ibadah lain dan menghususkan diri untuk membaca Al Qur’an.

Saudaraku,

Jika mereka demikian tinggi semangat dan mujahadah mereka membaca Al Qur’an di bulan ini. Bagaimana dengan ibadah membaca Al Qur’an yang kita lakukan? Orang-orang shalih memang sangat kuat interaksinya dengan Kitabullah. Kualitas interaksi mereka bahkan tak hanya dalam timbangan membaca, tapi juga penghayatan yang begitu mendarah daging. Umar bin Khatta diriwayatkan, saat mendengar firman Allah “Inna adzaaba rabbika lawaaqi’” yang artinya, sesungguhnya adzab Tuhanmu pasti terjadi, ia jatuh sakit hingga dikunjungi oleh para sahabatnya yang tidak mengetahui kenapa ia sakit. Di kalangan orang shalih, bahkan ada yang meninggal saat mendengarkan satu ayat. Hati mereka sungguh-sungguh hidup dengan Al Qur’an sehingga tidak bosan membaca Al Qur’an baik di waktu malam maupun siang.

Ya Allah, ingatkanlah kami dari apa yang kami lupakan dalam Al Qur’an. Ajarkanlah kami dari ilmu yang ada dalam AL Qur’an yang belum kami ketahui. Berikanlah rizki kepada kami untuk bias membacanya di tengah malam maupun di ujung siang, sebagaimana yang Engkau ridhai. Shalawat dan salam atas pemimpin kami Muhammad, kepada keluarga dan sahabatnya…

%d blogger menyukai ini: