jump to navigation

Hari Ketigabelas

BERPIKIRLAH JUGA TENTANG NERAKA

Saudaraku,

Tempat lain yang menjadi akhir perjalanan hidup kita, adalah neraka. Sebuah kata, yang tidak disukai sejumlah orang karena mendengarkan namanya saja sudah membuat hati berduka. Sebuah kata yang mungkin jarang diingat dan dikaji, karena mengingat apalagi mengkajinya, begitu menyayat dan mengkoyak-koyak hati oleh kengeriannya. Neraka, mungkin lebih jarang dijadikan pendorong melaku-kan kebaikan, ketimbang surga. Banyak orang lebih suka berbicara tentang keindahan surga untuk mendorong mereka melakukan ketaatan. Sebaliknya, sedikit orang yang membicarakan kengerian neraka untuk memotifasi ketaatan mereka.

Tapi saudaraku,

Dahulu orang-orang shalih justru sangat takut kepada neraka dan tidak optimis untuk memasuki surga. Mereka, dengan amal-amalnya yang luar biasa, justru berkhayal bila dirinya termasuk dalam kelompok orang yang mendapat siksa dan tidak layak memperoleh balasan pahala. Mereka, justru merasakan tak ada amal yang bisa menyelamatkan dirinya dari neraka, meskipun kebaikan kebaikan mereka sudah sangat jauh keistimewaannya dibandingkan kita. Mereka, justru lebib banyak takut masuk neraka ketimbang harapan untuk masuk surga.

Salab satu dan mereka adalah Tsabit bin Qais ra. Ketika turun firman Allah SWT yang artinya, “Hai orang~orang yang beriman, janganlah kalian meninggikan suara kalian melebihi suara Nabi”, Tsabit bin Qais yang sedang duduk di rumahnya dan berkata, “Aku ini termasuk ahli neraka.” Setelah itu, kemudian ia menjauhkan diri dari Nabi SAW. Rasulullah SAW bertanya kepada Saad bin Muaz, “Ya Abu Amru, bagaimana keadaan Tsabit? Apakah ia sakit?” Saad menjawab, “Sesungguhnya ia adalah tetanggaku, aku tidak melihat pada dirinya suatu penyakit.” Saad kemudian mendatangi Tsabit dan menuturkan perkataan Rasulullah SAW, Tsabit mengatakan, “Ayat ini telah diturunkan, padahal kalian tahu bahwa aku adalah orang yang paling keras suaranya, melebihi suara Rasulullah SAW. Jadi aku ini termasuk ahli neraka.” Ketika Saad menuturkan hal itu kepada Rasulullah SAW, Rasulullah SAW. bersabda: “(Tidak demikian), tetapi sebaliknya, ia termasuk ahli surga.” (HR. Muslim)

Seperti itulah salah satu ketakutan dan sensitifitas perasaan para sahabat radhiallahu anhum terhadap kesalahan dan neraka. Allah SWT memang banyak mengingatkan kita untuk menjauh dari neraka. Allah SWT: juga memberitakan kepada kita tentang beragam siksa yang tak terperi di sana. Perhatikanlah firman-Nya:

“Maka peliharalah dirimu dan api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu” (QS. Al Baqarah:24)

“Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka, dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api).” (QS.Az Zumar: 16)

“Sesungghnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain” (QS. An Nisa:56)

Saudaraku,

Jika saat membicarakan surga, Allah swt banyak menyampaikan keluasannya, berbeda ketika membahas tentang neraka. Justru yang menjadi bagian dan siksa neraka adalah sempitnya neraka. Kesempitan neraka menjadi salah satu penyiksaan Allah swt yang ditimpakan atas orang-orang kafir dan para pembangkang. Kesempitan neraka yang dimaksud adalah kesempitan lahir dan bathin. Nafas-nafas para ahil neraka adalah hembusan kesedihan, kedukaan, kerugian luar biasa yang tidak dapat digambarkan. Sementara secara lahir, mereka juga disiksa api panas yang tak terperi. Terhimpunlah siksa kesempitan lahir bathin yang dirasakan para penghuni neraka. Tentang kesempitan ini, Allah swt berfirman,

“Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan.” (QS. Al Furqan:13)

Mereka dilempar ke tempat yang paling sempit, padahal saat di dunia mereka hidup di hamparan yang sangat luas, bentangan gunung dan keindahan gedung yang membuat mereka terlena. Di sanalah, manusia sangat meminta rahmat Allah swt untuk bisa mendapatkan kelapangan sedikit saja, meski seluas jarum, dan luasnya bumi untuk bisa digunakan menjadi tempat beribadah dan berharap kepada Allah swt. Abu Ubadah dalam Fath Al Qadiir mengomentari firman Allah swt, “Sekali-kali jangan curang, karena sesngguhnya kitab orang-orang yang durhaka itu tersimpan dalam sijjin.” (QS. Al Muthatfifin 7). Menurut Abu Ubadah, yang dimaksud dengan sijjin adalah, “kurungan yang sangat sempit.”

Saudaraku,

Kasihilah diri kita sebelum lewat waktunya. Pikirkanlah berulangkali apa yang akan kita lakukan dalam hidup ini, agar tidak masuk dalam sempitnya penjara dunia. Terkadang, orang sangat berusaha untuk terhindar dari jerat hukum yang bisa menjerumuskannya ke balik terali besi di dunia. Orang bahkan rela melakukan apa pun agar tetap bisa menghirup udara kebebasan. Lalu, bagaimanakah usaha kita agar tidak terjerumus dalam sempit dan kengerian neraka yang seharusnya lebih kita takuti? Mampukah kita berada di neraka yang gelap, sempit dan panas yang tak terkira? Kuatkah tubuh kita yang lemah ini, kulit kita yang tipis ini, berada di tengah panasnya neraka, dalam kegelapan yang begitu dalam dan kesempitannya yang begitu menghimpit?

Saudaraku,

Apakah ada di antara kita yang merasa aman dari sikap angkuh dan tidak menyesali dosa? Mungkinkah ada di antara kita yang menjadi kelompok orang-orang yang diseru di pintu ke tujuh dan neraka?

Allahumma inna na ‘uudzubika min ‘adzaabin naar… YaAllah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka.

Cukuplah kita mendengarkan kengerian neraka dan apa yang disampaikan Jibril as kepada Rasulullah SAW tentangnya. Umar bin Khatab mengatakan bahwa Jibril telah mendatangi Rasulullah SAW tiba-tiba. Rasulullah SAW mengatakan, “Hai Jibril, mengapa wajahmu berubah?” Jawab Jibril “Aku datang diperintahkan untuk menerangkan tentang api neraka “Rasulullah SAW berkata :“Terangkan kepadaku tentang neraka dan jahannam”

Jibril menjawab, “Sesungguhnya Allah memerintahkan agar jahannam dinyalakan apinya selama 1000 tahun, sehingga berubah warnanya menjadi putih. Kemudian diperintahkan agar dinyalakan 1000 tahun lagi, lalu apinya menjadi merah. Setelah itu diperintahkan supaya dinyalakan selama 1000 tahun lagi, maka apinya menjadi hitam pekat dan tidak padam-padam. Demi Tuhan yang mengutusmu dengan kebenaran, sekiranya lubang neraka itu dibuka sebesar lubang jarum, maka terbakarlah bumi dan segala isinya karena panasnya. Demi Tuhan yang mengutusmu dengan kebenaran, jika salah seorang dari penjaga-penjaga neraka ini diutuskan ke bumi ini, niscaya matilah semua manusia karena wajahnya buruk dan baunya terlalu busuk. Demi Tuhan yang mengutusmu dengan kebenaran, jika satu lingkaran daripada rantai neraka diletakkan di atas sebuah gunung, maka tembuslah gunung itu hingga ke dasar bumi yang paling bawah sekali. (HR. Turmudzi dan Ibnu Majah)

Saudaraku,

Kondisi kita memang jauh berbeda dibandingkan or-ang-orang shalih terdahulu. Maka Rasulullah SAW pun mengatakan, “Seandainya kalian melihat apa yang aku lihat, niscaya kalian akan lebih banyak menangis (daripada tertawa)…, aku melihat surga dan neraka” (HR. Muslim).

Saudaraku,

Tingkatkan lagi kesungguhan melakukan amal-amal shalih di bulan ini, Lakukan shalat malam, puasa, shadaqah dengan cara yang paling baik. Karena tak satupun orang yang memasuki surga kecuali orang-orang yang beramal shalih dan mendapat rahmat Allah SWT. Karena tak satupun yang selamat dari neraka kecuali orang-orang yang ikhlash beramal dan mendapat kasih sayang Allah SWT. Maka, beramal, ikhlash dan pintalah rahmat Allah SWT di bulan ini.

Hadirkanlah bayangan dalam pikiran kita, apa yang disabdakan Rasulullah SAW dalam hadits shahih. “Sesungguhnya salah seorang di antara kalian jika meninggal maka akan ditampakkan kepadanya tempat duduknya (di surga atau di neraka) pada waktu pagi dan petang. Apabila dia termasuk orang yang diperkenankan masuk surga maka dia termasuk penghuni surga. Dan apabila ia adalah orang yang berhak rnasuk ke dalam neraka maka dia termasuk penghuni neraka. Dikatakan kepada mayit itu, “Inilah tempat dudukmu (engkau akan melihatnya) sampai Allah membangkitkan dirirnu pada hari kiamat nanti” (Muttafaq alaih)

Ya Allah, selamatkanlah kami dan neraka. Ya Allah, jauhilah kami dengan tempat kedukaan dan kesedihan. Shalawat dan salam semoga tercurah atas Rasulullah SAW, kepada keluarga dan sahabatnya. SAW

%d blogger menyukai ini: