jump to navigation

Hari Kesembilan

Aku Mencintaimu Karena Allah

Semoga Allah Swt melimpahkan barakahnya atas kita. Kita telah bertemu dan bersama di dunia ini, diatas jalan-Nya. Allah lah yang menuntun kita sampai disini. Kita telah bersatu dan berjalan di atas niat mencari keridhaan-Nya. Allah lah yang patut di puji atas semua karunia kebersaaan ini. Meski kita merasakan lika liku kebersamaan ini juga tak pernah sepi dari noda dan kekeliruan, namun kita masing-masing perlu mengatakan, “Aku mencintaimu karena Allah…”

Indah Sekali kalimat itu,

Dan kalimat itulah yang diajarkan Rasulullah kepada kita, kaum beriman. Menyatakan cinta secara verbal kepada seseorang dalam hal ini bukanlah sesuatu yang mudah. Terutama, karena cinta dalam persaudaraan Islam yang dilandasi karena Allah pastilah akan sangat berat terucap secara lisan, bila tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hati. Kalimat “aku mencintaimu karena Allah” pasti akan kelu diucapkan oleh orang yang menyimpan kehendak lain dari ucapannya.

Begitulah saudaraku,

Allah berfirman, “Sesungguhnya kaum beriman itu saudara” (QS Al Hujurat: 10). Persaudaraan karena Allah, persahabatan karena Allah, pertemanan karena Allah, saling mencintai karena Allah, adalah benar-benar karunia Allah kepada kita yang tak mungkin bisa dicapai tanpa kondisi keimanan kita sendiri. Itulah salah satu hikmah yang terkandung dalam firman Allah surat Al Anfal 63:

Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. Akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.”

Perhatikan bagaimana Allah menegaskan, bahwa dunia seisinya sekalipun tak mungkin bisa menipu pertautan hati karena Allah. Artinya, pertautan hati karena selain Allah tidak akan bisa mempersatukan hati manusia. Artinya juga, pertautan hati karena landasan Allah dan keimanan, tak akan bisa diwujudkan oleh orang yang hatinya belum penuh oleh iman. Itulah diantara kait mengkait kandungan ayat tersebut. Berkata Ibnu Umar, “Demi Allah, andai aku berpuasa di siang hari dan aku tidak berbuka, lalu aku shalat di malam hari dan tidak tidur, kemudian aku menginfaqkan hartaku di jalan Allah, sampai kemudian aku mati pada waktunya, sementara tidak ada di dalam hatiku rasa cinta kepada ahli taat dan benci kepada ahli maksiat, tidak berguna semua itu bagiku.”

Saudaraku,

Persaudaraan karena Allah, adalah syarat kita mencapai surga. Seperti disabdakan Rasulullah, “Kalian tidak akan masuk surga kecuali bila kalian beriman. Dan kalian tidak beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang bila kalian lakukan, kalian bisa saling mencintai? Sebarkanlah salam diantara kalian.” Bahkan di hari akhirat kelak, aka nada suara yang memanggil orang-orang yang bersaudara karena Allah. Rasul bersabda, “Di manakah orang-orang yang saling mencintai karena Keagungan-Ku. Hari ini akan Aku naungi mereka dibawah naungan_Ku pada hari tidak ada naungan kecuali naungan_Ku .” (HR. Enam Imam)

Saudaraku

Tahukah kita, salah satu bentuk persaudaraan kita karena Allah. Diantara wujud kecintaan kita karena Allah adalah bila hati kita tetap mengingat dengan sesama saudara dalam rahasia? Dan bila kita berdo’a untuk saudara kita di saat saudara kita tidak mengetahuinya, akan ada Malaikat yang menjawab pinta kita itu dengan mengatakan ,”Dan untukmu juga sebagaimana yang engkau pinta. “ Rasulullah mengibaratkan karena kita dengan saudara sesama Muslim seperti satu tubuh, dimana seluruh tubuh akan merasa sakit bila ada salah satu anggota yang sakit. Tubuh akan turut menggigil dan tak bisa tidur bila ada anggota tubuh lainnya yang mengalami sakit.

Terkait dengan do’a untuk saudara seiman, para salafushalih menganggap persaudaraan karena Allah juga memilili batasan minimum. Berkata Yahya bin Mu’adz,”Seburuk-buruk teman adalah teman yang engkau perlu mengatakan kepadanya,”Ingatlah aku dalam do’amu atau kamu perlu meminta maaf kepadanya.”

Saudaraku,

Ini adalah seruan hati. Untuk siapa saja di antara kita yang memiliki hati yang bisa disentuh oleh kecemburuan karena agama Allah. Mari kita menjadi hamba-hamba Allah yang bersaudara. Ucapkanlah saudaraku, “Aku mencintaimu karena Allah…”

Kita memohon kepada Allah, untuk menghimpun kita di surga Firdaus yang tinggi. Dan agar menjadikan perhimpunan yang dipenuhi kasih sayang. Sedangkan perpisahan kita setelahnya adalah perpisahan yang bersih dari dosa. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

%d blogger menyukai ini: