jump to navigation

Hari Kelima

Do’amu Takkan Tertolak di Bulan Ini

Do’a dan puasa. Lihatlah kedekatan dua ibadah ini dalam sabda Rasulullah: “Tiga kelompok manusia yang tidak ditolak permohonan mereka: orang yang sedang berpuasa sampai berbuka, pemimpin yang adil dan orang yang terzalimi.” (HR. Turmudzi)

Maka, Tidak heran bila Al-Qur’an menutup ayat tentang puasa dengan firman Allah berbunyi: “Dan bila bertanya kepada hamba-hamba Ku, katakanlah sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan setiap permohonan orang yang memohon bila mereka memohon kepadaku. Maka penuhilah seruanku dan berimanlah kepadaku, agar mereka menjadi orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” (QS Al Baqarah : 186).

Dari Ibnu Abbas dikatakan bahwa orang Yahudi bertanya, “Bagaimana Tuhan mendengar do’a-do’a kita? Padahal engkau mengatakan bahwa antara kita dan langit berjarak lima ratus tahun dan setiap lapisan langit terselimuti dengan hal yang sama?” Setelah itu turunlah ayat ini. Berkata Al Hasan, sebab turunnya ayat ini adalah adanya seorang yang bertanya kepada Rasulullah, “Apakah Tuhan kita dekat sehingga kita bias meminta kepadanya dengan ucapan yang pelan, atau apakah Dia jauh sehingga kita harus memanggilnya dengan ungkapan yang keras?

Sedangkan Atha dan Qatadah mengatakan, bahwa saat turun ayat ini, berkata sekelompok orang,”Kapankah kita bisa berdo’a kepada Allah?” Selanjutnya turunlah ayat ini. Khalid Ar Rib’I mengatakan,”Aku terkejut dengan Al Qur’an dalam ayat “Ud’uuni astajib lakum” (mintalah kepada-Ku, Aku pasti akan menjawab permintaanmu). Allah memerintahkan manusia untuk berdo’a sekaligus berjanji mengabulkan do’a.”

Saudaraku,… Do’a bagi kita bukan hanya ibadah, tapi lebih dari itu adalah kebutuhan. Lantaran kita tak mungkin hidup sendirian tanpa penopang dan tanpa Allah. Tapi istimewanya, Rasulullah mengatakan, “Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah murka kepadanya.”(HR Ibnu Majah).

Begitulah cara Islam menggesah ummatnya untuk selalu bergantung dan memohon kepada Allah. Begitulah cara Islam membangkitkan optimism dalam diri orang yang berdo’a bahwa do’anya pasti dikabulkan. Adalah Umar bin Khattab tidak pernah memikirkan apakah do’anya dikabulkan oleh Allah atau tidak. Karena baginya yang penting ia sudah menjalankan syarat sebuah permintaan dikabulkan yaitu berdo’a itu sendiri. “Saya tak berfikir tentang pengabulan do’a, saya hanya berfikir untuk terus berdo’a,” begitu ujar Umar bin Khattab ra. Sampai-sampai seorang pemimpin dictator bernama Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi ketika menjelang wafat, ia berdo’a dengan mengatakan, “ Ya Allah ampunilah aku, sungguh mereka mengatakan bahwa Engkau tidak akan mengampuninya.”

Sekarang,

Bulan Ramadhan ada di tengah-tengah kita. Inilah bulan do’a dan permohonan. Kita, hidup didalam sebuah bulan dengan berpuasa dan melakukan shalat. Jangan lupa dan jangan lalai untuk berdo’a setiap gerak. Mintalah agar Allah memudahkan kita saat menjelang kematian. Mintalah kepada Allah agar memasukkan kita ke dalam surga dan menjauhkan kita dari neraka. Mintalah apa saja yang baik-baik kita inginkan dari Allah.

Salah satu do’a yang di anjurkan dibaca pada bulan ini, khususnya pada malam lailatulqadar adalah sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah yang bertanya pada Rasulullah, “Ya Rasulullah, jika aku tahu lailatulqodar, apakah yang harus aku katakana di malam itu?” Rasulullah menjawab, Ya, Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai ampunan. Maka maafkanlah aku.” (HR Ibnu Majah dan Ahmad).

Saudaraku,… Tentu saja persyaratan pengabulan do’a juga terkait dengan sejauh mana kita mendekatkan diri dan tunduk kepada Allah. SUatu ketika pernah ditanyakan kepada Ibrahim bin Adham Rahimahullah, “Mengapa kita berdo’a tapi do’a kita tidak dikabulkan Allah?” Ia menjawab, “Karena kalian mengenal Allah tetapi kalian tidak mentaati Nya. Karena kalian mengenal rasulullah, tapi kalian tidak mengikuti sunnahnya. Karena kalian mengenal Al Qur’an tapi kalian tidak mempraktikan isinya. Karena kalian memakan nikmat Allah, tetapi kalian tidak menunaikan syukur atasnya. Karena kalian mengetahui surge tapi kalian tidak memburunya. Karena kalian mengetahui neraka, tapi kalian tidak mau menjauhinya. Dan karena kalian sibuk dengan aib orang lain dan meninggalkan aib kalian sendiri.

Diantara syarat do’a yang lainnya adalah tadharru’ yang artinya tunduk khusu, khauf atau rasa takut kepada Allah bila do’a tidak diterima dan sikap berharap optimis bahwa do’a itu dikabu;kan. Do’a juga mempunyai waktu waktu yang merupakan waktu mustajab untuk dikabulkan, seperti lailatulqadar, hari arafah, hari jum’at, disepertiga malam. Begitu indahnya ucapan seorang shalih yang mengatakan…

Ya Allah, aku mengadukan kerendahanku kepada-Mu dengan Keperkasaan-Mu. Ya Allah aku meminta kepada-Mu Kekuatan-Mu atas kelemahanku. Ya Allah aku menyampaikan faqirku kepada-Mu dengan Kekayaan-Mu. Inilah aku yang penuh dusta dan salah di hadapan-Mu. Aku hamba-Mu dan masih banyak hamba-Mu selain diriku. Tak ada tuan selain-Mu yang menjadi tempat perlindungan dan tempat kembali. Aku memohon kepada-Mu, permohonan hamba yang tak berdaya. Aku meminta kepada-Mu permintaan orang yang sangat hina.

Ya Allah, jadikanlah kami cinta pada keimanan dan hiasilah hati kami dengan iman. Jadikanlah hati kami benci terhadap kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan. Jadikanlah kami orang-orang yang mendapat petunjuk. Shalawat dan salam kepada Muhammad, kepada para sahabat dan pengikutnya.”

%d blogger menyukai ini: