jump to navigation

Hari Kedua

Jangan Tunda, Bertaubatlah

Alhamdulillah. Maha Pemberi Karunia. Maha pengasih Maha Penerima Tubat. Maha Pengampun Dosa. Maha Keras SiksaNya. Tidak ada Tuhan kecuali Dia Yang Mencintai orang-orang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri. Dia mengampuni orang yang bersalah dan memintakan ampunan atas kesalahannya. Ke Maha PemaafanNya menghapuskan dosa orang-orang yang berdosa. Tidak Ada Tuhan kecuali Dia. Dialah yang awal dan Yang Akhir. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah pada hambaNya yang terbaik seluruhnya.

Saudaraku yang kucintai karena Allah,

Hari demi hari telah berjalan. Bulan demi bulan telah bergulir. Waktu demi waktu berganti. Usia terus bertambah dan kehidupan dan kehidupan dari generasi beralih ke generasi selanjutnya…

Saudaraku

Bukalah lembar pertama bulan ramadhan ini dengan taubat dan tutuplah lembar terakhirnya dengan taubat. Jadikanlah taubat sebagai amal pertama, amal pertengahan dan amal terakhir bulan ini, Sungguh setiap manusia tak pernah kosong dari sikap lalai. Setiap manusia itu bersalah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah orang yang bertaubat.

Allah Rabbul izzah adalah zat yang paling berhak untuk diaati dan tidak dilanggar perintahnya. Dialah yang paling berhak diingatkan dan tidak dilupakan. Dialah yang paling layak disyukuri dan tidak dikufuri. Dengarlah firman Allah, “Dan bertaubatlah kalian kepada Allah seluruhnya, wahai orang-orang yang beriman, semoga kalian menjadi orang-orang yang menang…”

Inilah kekasih Allah, Muhammad bin Abullah, bersabda dalam hadist shahih, “Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, dan mohonlah ampun kepadaNya. Sesungguhnya aku bertaubat dalam satu hari seratus kali…” Dan dalam riwayat lain disebutkan….”tujuh puluh kali”.

Bersegeralah, dan bersegeralah bertaubat dan meminta ampun, sebelum datangnya bencana yang bisa menutup pintu taubat. Sungguh kebaikan itu tak pernah lapuk, dan dosa itu tak mungkin dilupakan. Allah telah menyerukan seluruh orang yang melakukan dosa untuk kembali dan bertaubat kepadaNya. Allah menjelaskan bahwa Dia mengampuni semua dosa bagi siapa yang mau bertaubat dan menghentikan perbuatan dosanya.

Dengarlah panggilan Allah, Katakanlah:”Wahai hamba-Ku yang telah melampaui batas atas diri mereka sendiri, janganlah engkau putus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Alla mengampuni dosa-dosa semuanya…. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar:53)

Dahulu diriwayatkan ada seorang pemuda mentaati Allah se;ama dua puluh tahun dan bermaksiat selama duapuluh tahun. Suatu hari, pemuda itu memandang ke sebuah cermin dan mengatakan, “ Ya Allah, aku telah taat kepadaMu selama dua puluh tahun dan bermaksiat kepada Mu selama dua puluh tahun. Apakah Engkau akan menerima Aku bila aku bertaubat kepada Mu?” Lalu terdengar suara yang tidak terlihat siapa yang mengatakannya, “ Engkau telah mencintai Kami, maka Kami akan mencintaimu. Engkau telah meninggalkan Kami maka Kami akan mengabaikanMu. Dan jika engkau kembali kepada Kami, Kami akan menerimamu.”

Taubat, adalah, sikap kembali seorang hamba kepada Allah. Kembali meniti jalanNya yang lurus, kembali menjalani perintahNya. Allah berfirman,

“Dan ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah engkau mengikuti jalan-jalan lain yangb bisa memisahkan kalaian dari jalan-Nya. Demikian Kami wasiatkan kalaian semoga kalian bertakwa.” (QS. Al An’am:153)

Saudaraku,…

Bahwa Allah yang menciptakan kita dan membaguskan penciptaan kita dengan sangat indah, berbahagia dengan taubat hambaNya bila ia bertaubat dan kembali kepadaNya. Taubat dengan memenuhi semua persyaratan dan ikhlas dalam melakukannya. Kemudian mencabut diri dari dosa yang pernah dilakukan serta bertekad kuat sepenuh hati untuk tidak kembali lagi dengan menyesali semua perbuatan tangan dan seluruh anggota tubuh. Dilanjutkan dengan mengembalikan semua hal yang terkait dengan hak orang lain yang ada pada dirinya. Rasulullah bersabda :

“Barangsiapa yang mempunyai mazlamah milik saudaranya, seperti harta atau kekayaan, hendaklah ia menghalalkan hari ini juga, agar seluruh dinar dan dirham tidak menjadi apapun kecuali kebaikan.” (HR. Bukhari)

Saudaraku yang dimuliakan Allah dengan Iman,

Jika kita termasuk orang-orang yang tidur, waspadalah sebelum keranda kematian menjemput kita, Sebelum datang serangan yang menghancurkan semua kenikmatan. Sebelum datang sesuatu yang mencerai beraikan perkumpulan dengan orang yang dicintai. Tak ada yang bisa menghalangi kedatangannya dan tak ada yang bisa membatasi kehadirannya. Tak ada yang dimintakan izin untuk kedatangannya. Tak ada pintu yang terketuk untuk kehadirannya.

Inilah bulan Ramadhan. Inilah bulan taubat dimana Allah mencurahkan seluruh ampunan kepada kita dan menurunkan dan benar dalam perilaku amal di dalamnya. Celakalah bila kita termasuk orang yang tertolak dari pintu Ramadhan.

Wahai kelalaian yang menyelimuti hati, sirnalah…

Wahai mentari ketakwaan dan keimanan bersinarlah…

Wahai lembar-lembar amal orang yang berpuasa, naiklah…

Wahai hati orang-orang yangberpuasa, tunduklah…

Wahai kaki-kaki orang yang mendirikan tahajjud, sujudlah dan ruku’lah kepada tuhanMu

Wahai mata orang-orang yang bertahajjud, jangan lemah

Wahai dosa orang yang bertaubat, janganlah kembali

Wahai bumi yang penuh udara… telanlah airmu

Wahai langit jiwa, merdekalah

Wahai lintasan pikiran orang-orang yang arif, bangkitlah

Wahai kecintaan selain Allah, jangan datang !!!!

Kita memohon agar Allah mengampuni kita dan semua kaum muslimin. Kita berharap kepada Allah agar menerima shiyam dan qiyam kita. Shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad, Kepada keluarga dan sahabatnya…

%d blogger menyukai ini: