jump to navigation

Sukses dari Persfektif 4 ta* Jumat, Juli 25, 2008

Posted by kanghasan in Motivasi.
Tags: , , , , ,
trackback

Banyak hal bisa menjelaskan kira-kira apa yang dimaksud dengan sukses. Mengapa pertanyaan ini muncul? karena pada beberapa orang mendefinisikan sukses adalah pekerjaan yang cukup sulit, antara keraguan dalam ketepatan cara mengukur dan menilai kemampuan diri sendiri, dengan pencapaian yang sudah didapatkan. Bisa jadi karena secara tidak sadar kita tidak dapat menerima kegagalan, sehingga menilai diri sendiri sukses pun kerap tidak berani. Memang bisa jadi ukuran sukses itu amat relatif kata beberapa orang. Tetapi sebenarnya ukuran sukses itu cukup simpel dan obyektif. Karena ia dicapai setelah melalui serangkaian proses kreatif dan berkelanjutan.

Barrack Obama sukses menjadi kandidat calon presiden AS dari kubu Partai Demokrat, pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf sukses menjadi gubernur Jawa Barat, KPK sukses melakukan penangkapan tersangka pelaku korupsi di DJBC dan Kejaksaan, dan Kontingen Jawa Timur meraih sukses pada PON di Kalimantan Timur. Rentetan kejadian-kejadian tersebut masing-masing dikatakan sebagai sebuah keberhasilan, sebuah sukses. Itu berarti bahwa sukses adalah sebuah pencapaian (target) tertentu. Target ini telah secara sadar diniatkan. Niat mengejawantah ke dalam tindakan yang sungguh-sungguh yang didalamnya ada latihan, teknik, strategi, dan dinamika yang saling bertaut. Tindakan adalah upaya pembuktian kesungguhan niat, penguasaan teknik, dan ketepatan strategi yang digunakan.

Jadi tidak ada sukses yang datang tiba-tiba dari langit. Para Nabi tidak begitu saja menerima wahyu tanpa proses pembentukan karakter kepribadian yang mumpuni sebelumnya. Ujian demi ujian, godaan demi godaan adalah guru yang membentuk kekuatan jiwa mereka sehingga mampu berhadapan dengan kerasnya medan dakwah pada jamannya. Maka dari itu sukses yang mereka raih adalah hasil jerih payah upaya yang setimpal.

Dengan begitu pula sukses bisa kita liat secara kasat mata. Begitu pun kegagalan. Persoalannya lebih pada keberanian bersikap ketika kita berhadapan dengan orang lain atau dengan diri sendiri. Banyak orang enggan mengakui dirinya sukses hanya karena takut dicap sombong, sebaliknya juga enggan mengakui kegagalan karena takut dicap bodoh. Kebanyakan orang bermain-main dalam tataran retorika, tidak mau mengambil resiko dengan membiarkan orang lain yang menilai. Selayaknya, kalau pencapaian itu adalah berkah dari kerja keras dan perjuangan tidak perlu disembunyikan. Mungkin orang lain akan mengambil hikmah dari sukses kita.

Dalam konteks tulisan kali ini saya akan memberikan sudut pandang sukses menurut Jamil Azzaini, narasumber Life Excellent di radio Tri Jaya Network. Seseorang yang sukses dapat dicirikan oleh empat hal yaitu: 1. Harta 2. Tahta 3. Kata, dan 4. Cinta. Keempat ciri ini melekat baik secara keseluruhan (ke empat-empatnya dapat diraih) maupun sebagian atau bahkan satu ciri saja. Tentu yang lebih baik adalah yang sempurna.

1. Harta : diakui atau tidak, kita bekerja karena kita butuh harta. Bagaimana menilai seorang pedagang itu sukses kalau terus merugi dan hartanya justru habis? Atau bagaimana kita merasa tentram apabila ‘upah’ kita sebagai pekerja tidak mencukupi kebutuhan pokok? Kita bisa menyangkal dengan mangatakan bahwa tidak semua hal bisa dilakukan dengan harta. Tetapi tanpa harta, lebih banyak lagi hal yang tidak bisa dilakukan. Dengan harta yang diperoleh, seseorang bisa memenuhi kebutuhan dasarnya, menjalin relasi dengan sesama, mengembangkan kapasitas individunya. Harta adalah sarana untuk meraih tujuan-tujuan lain dalam hidup. Harta menjadi salah satu daya tarik mengapa kita perlu bekerja. Maka harta yang diperoleh menjadi salah satu ciri sukses tidaknya seseorang dalam bekerja. Orang yang sukses bisa dilihat dari hartanya, yang dia peroleh dari jerih payahnya sebagai pekerja.

2. Tahta : realitas sosial masyarakat selalu terbagi ke dalam struktur-struktur. Pun demikian halnya pada birokrasi atau organisasi tempat bekerja. Struktur diciptakan untuk mepermudah pelaksanaan pekerjaan dan melakukan kendali atasnya agar langkah masyarakat/organisasi tidak melenceng dari tujuan semula. Di dalam masyarakat sosial, struktur terbentuk melalui seleksi alam yang lebih menekankan harmoni daripada fungsi. Maka anda tidak akan tersinggung kalau orang yang dianggap penting di lingkungan anda adalah seorang yang tidak berpendidikan tinggi seperti anda yang lulusan universitas misalnya. Kesuksesan kita terletak pada apakah kita telah menjadi ‘bagian’ dari masyarakat sekitar sebagaimana yang diharapkan sesuai dengan kemampuan. Anda pantas merasa gagal bermasyarakat apabila menjadi ketua panitya peringatan tujuh belasan saja tidak bisa, padalah anda adalah seoran kepala seksi misalnya.

Di lingkungan birokrasi, struktur dibentuk melalui rekayasa manajemen. Orang-orang tertentu ditunjuk secara fair berdasarkan hasil fit & propper test-nya untuk memegang fungsi kendali, supevisor, maupun operator. Kapasitas dan kemampuan individu selalu dikompetisikan secara adil. Anda harus merasa gagal apabila dengan kemampuan dan prestasi yang dimiliki namun tidak bisa menduduki jabatan tertentu karena kalah bersaing. Sebaliknya anda adalah orang yang sukses apabila kemampuan dan prestasi yang anda kuasai mengantarkan anda ke pucuk pimpinan. Jadi orang yang memiliki tahta (jabatan atau kedudukan yang tidak harus formal) adalah ciri orang yang sukses.

3. Kata : kata (lisan atau tulisan) adalah curahan air jernih yang tampak ketika sebuah guci berisi kebijakan dituangkan ke dalam cangkir kehidupan. Dengan kata yang kita lisan-tuliskan orang akan melihat ‘isi’ dalam jiwa kita, memahami fikiran-fikiran kita untuk kemudian mengajak orang lain ke dalam arena dialog dan merumuskan tindakan. Kita adalah orang yang sukses manakala kata-kata kita didengarkan/dibaca, diinternalisasi dalam jiwa, dan diikuti orang lain karena mengakui ‘kebenarannya’. Kita pantas merasa gagal apabila orang tidak hirau lagi akan apa yang kita katakan, apa yang kita tuliskan. Percuma anda punya harta dan jabatan apabila orang tidak menganggap kata-kata kita, karena yang hanya pepesan kosong. Kata yang meluncur dari kedalaman fikiran akan membuat orang lain merasa nyaman dan terinspirasi, atau bahkan tertprovokasi! Jadi orang yang sukses dicirikan juga oleh sejauh mana orang lain ‘mendengarkan’ kata-kata kita.

4. Cinta : hidup tanpa cinta ibarat sayur tanpa garam, itu kata remaja yang baru putus cinta pertamanya. Padahal hidup tanpa cinta lebih buruk dari sekedar sayur hambar, ia adalah bencana! Cinta akan membuat segalanya menjadi tidak berarti apa-apa. Tidak ada seorang pun di muka bumi yang hidup tanpa cinta. Bahkan Radovan Kradzic, si pembunuh paling bengis abad 21 itu, masih dicintai oleh pendukungnya. Apa artinya harta, tahta bila kita tidak dicintai oleh orang lain? Apabila kita tidak punya cinta?

Orang yang sukses dicirikan denga dimilikinya cinta dalam kehidupannya. Ia akan dicintai keluarga, tetangga, dan lingkungannya. Cinta itu akan menjadi energi pembangkit semangatnya untuk terus memperbaharui kehidupan, memberi motivasi, dan membangun cita-cita dan harapan. Kalau anda tidak berharta, tidak bertahta, dan kata-kata anda tidak berguna bagi orang lain, setidaknya anda harus punya cinta dan dicintai. Kalau tidak, segeralah bertobat!

Apakah anda seorang yang sukes saat ini? Kalaupun bukan (belum) pemilik 4 ta (ciri) itu , pasti setidaknya pernah menjadi atau merasakan kesuksesan.

Setelah sukses, selesaikah tugas hidup kita? Untuk sebagian jawabnya adalah ya. Sebagian yang lain harus dijawab belum. Karena kesuksesan tidak menjamin kita juga menjadi prbadi yang mulia. Menjadi mulia jauh lebih penting dari sekedar sukses. Ini akan kita bahas berikutnya.

*)Trijaya FM Bdg, perjalanan pulang kantor-rumah

Komentar»

1. Agus Kuncoro - Minggu, Juli 27, 2008

sudah 2 hari gak ada komentar, tidak ada yg datang (karena semua ol nunggu internet gratis di kantor) atau memang ada yang datang tanpa komentar?
kanghasan belum menulis bagaimana cara mencapai 4ta tersebut, kalau boleh sharing, caranya ada di sini :
http://www.guskun.com/agama/1-agama/1-5-habits-menuju-sukses.html

salam,
>>KH:betul gus, kenapa nggak diposting aja sekalian di sini?. postingan dari customs6ther yang lain juga… mangga atuh fren, berbagi….<<
***baru mengenal satu cara : Bekerja Keras***

2. bapakethufail - Senin, Juli 28, 2008

kalau menurut saya sukses….. sebagaimana yang digambarkan pada film “Sang Murabbi” ….
Dunia luar biasa Beliau menempatkan, dan akhirat InsyaAllah TamanNYA disediakan….
>>KH:…mungin bisa diposting abstraksi film itu ya…<<

3. Agus Kuncoro - Rabu, Juli 30, 2008

kang hasan, gimana saya mau posting disini kalau saya gak dikasih akses untuk posting … he he he

4. customs6th - Kamis, Juli 31, 2008

: Agus Kuncoro
bisa dikirim ke alamat email : customs6th@gmail.com
atau buat blog di wordpress dan daftarkan sebagai penulis.

5. customs6th - Kamis, Juli 31, 2008

: bapakethufail
mungkin lebih pas nya klik aja di…
http://www.sangmurabbi.com

disana ada TRAILER nya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: