jump to navigation

Kerang Senin, Juli 14, 2008

Posted by customs6th in Renungan.
Tags: , ,
trackback

Tulisan ini di kirim oleh BAMBANG HERU dari sumber terbuka Beranda.blogsome.com. Mudah-mudahan menjadi inspirasi buat kita semua…

kerang

SUATU ketika, seekor anak kerang datang kepada ibunya dengan menangis. Agaknya ia menahan sakit. Sang Ibu tampak bingung. “Mengapa menangis? Ada apa dengan tubuhmu?” Sang ibu tampak ingin memeluk sang anak.

Si kerang kecil kembali menangis. Terdengar suara tertahan, “Ibu, tubuhku dimasuki sebutir pasir. Rasanya sakit sekali.” Kerang kecil itu meneruskan, “Aku tak mampu menahannya, pasir itu masuk ke cangkangku. Tolonglah Bu, tolong buka cangkangku. Aku tak mampu membukanya. Rasanya sakit sekali….” Sayang sekali, tampaknya sang Ibu tak dapat memenuhi permintaan sang anak.

Berhari-hari lamanya si kerang kecil menahan sakit. Setiap hari sang kerang menangis. Setiap hari pula ia berdoa agar dapat terlepas dari derita semacam ini. Ia berharap agar pasir itu dapat tercabut, dan terangkat dari dalam tubuhnya. Bertahun-tahun lamanya si kecil menangis, tapi cangkang itu tak juga terbuka. Pasir yang ada di dalamnya pun semakin mengeras, membesar menjadi sebuah batu yang mengkristal.

Tiba-tiba, ada seorang penyelam datang. Ia lalu menjumput kerang itu dari karang, dan membawanya ke permukaan. “Hei lihat, aku temukan kerang mutiara di sini!” teriaknya melengking, memberitahu temannya di atas perahu.

Kedua orang itu segera merapat. Salah seorang di antaranya mengambil pisau, dan mencungkil salah satu cangkang. Tampak cahaya yang berkilau dari dalam. Sebutir mutiara, tampak menempel di sana. Begitu indah, membuat kedua penyelam itu tersenyum. “Terima kasih Tuhan atas berkah ini.” Penantian sang kerang kecil berakhir. Pasir yang mulanya tampak menyakitkan itu, kini berubah menjadi mutiara yang indah.

Penantian hidup, dalam kesengsaraan, rasa risau, serba tak cukup mungkin bukan pilihan setiap orang. Banyak orang yang kemudian berputus asa. Tak sedikit pula di antara mereka yang memilih untuk mengutuk Sang Pencipta: “Tuhan tidak adil!”

Penantian bagi sang kerang, untuk mengubah pasir menjadi mutiara bisa jadi hal yang sangat menyiksa. Sang kerang tak tahu, kapan cobaan itu akan berakhir. Dari sana, kita belajar satu hal: untuk mencapai suatu keagungan, perlu waktu dan perlu kesabaran. Untuk menjadi hiasan bagi raja-raja dan bangsawan, sang kerang mutiara butuh malam-malam penuh doa dan tangisan.

Teman, tidakkah kisah ini mengabarkan sesuatu buat kita? Manakah kelak yang menjadi pilihan hidup kita? Menjadi kerang dengan mutiara yang berharga mahal? Atau menjadi tiram yang dijual murah di pasar-pasar? Saya percaya, setiap pilihan akan punya risiko. Tak ada yang tahu memang, sampai kapan cobaan “pasir” yang kita jalani akan menjadi “mutiara” kelak. Tak ada yang tahu, teman. Hanya mereka yang sabar dan gigihlah yang kelak akan tahu jawabannya. Wallahu’alam

Sumber : dari sumber terbuka/Beranda.blogsome.com

Komentar»

1. Kang Hasan - Senin, Juli 14, 2008

tidak ada kata sia-sia dalam penantian sesuatu yang lebih berharga. sepanjang semua upaya telah dilakukan dengan benar. meskipun sejarah kelak mungkin hanya akan memilih nilai sensasi seperti kerang yang terlupakan oleh kilau mutiaranya, setidaknya ia telah cukup berarti bagi dirinya sendiri.
>>aku seperti siput yang terserak di rerumputan basah<>dibenci petani dan jadi mainan bocah<>dagingku dicincang, tersaji di piring pecah<>di kandang ayam ketika pagi merekah<>tapi jiwaku adalah milikku yang meronta lepas<>mencari-Mu di sepanjang jalan…<<

customs6th:
puitis nih yeeee

2. Bambang EkoC - Senin, Juli 14, 2008

-betul Mas- Diamond pun terbuat dari tekanan yang amat tinggi. Bila salah tekan…. ya jadi arang.

Salam kenal, saya angkatan VII. Site ini bagus banget. Begitu bermakna.

turut menginformasikan bagi kakak2 semua, telah hadir website Social Networking ala friendster di:

http://beacukai.ning.com

Monggo gabung.. share informasi, pererat silaturahmi..
Salam: admin-Bambang EC-AngkVII
——————————
http://www.beacukai-kediri.com

Customs6th :
Makasih udah silaturahmi kesini… kalau di angkatan tuju udah ada blog belum… boleh dong saling bertaut…
SUKSES untuk meng”ADMIN”i blognya…

3. irwan bin mashud - Selasa, Juli 15, 2008

Sedih ya..tapi happy ending…semoga hidup kita juga akan berakhir dengan happy ending…amin.

4. Abimasariku - Jumat, Juli 18, 2008

Pertanyaannya : yang seneng2 mesti diawali pake susah2 ya ? Ada gak yang seneng2 gak pake awalan susah2 !
Macam lagune slank .. kecil dimanja, muda suka ria, tua kaya raya, mati bahagia, habis mati kalo bisa masuk sorgaaaa ..
Pisss deh !!!!

5. bapakethufail - Selasa, Juli 22, 2008

setiap langkah kita… adalah yang memberi manfaat bagi orang lain. mudah2an…..

6. Bea Cukai Tanjung Emas - Rabu, September 3, 2008

Salam Kenal…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: