HATI SEORANG AYAH Jumat, September 5, 2008
Posted by customs6th in Renungan.Tags: anak, ayah, bapak, hati, ibu, kasih sayang, keluarga
4 comments
Postingan ini dari saudara kita MARDANUS, sebuah kisah yang begitu menginspirasi buat kita semua sebagai anak, bapak, ibu dan keluarga. Dan lakukanlah yang terbaik Buat keluarga kita…
HATI SEORANG AYAH
Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.
Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman : ” Aku tidak mengerti.” (lagi…)
Surat Buat Ibu Pertiwi Rabu, Agustus 6, 2008
Posted by bapakethufail in Renungan.Tags: bapakethufail, ibu, merdeka
add a comment
Setelah membaca komentar yang begitu beragam dan indahnya di “Teras Diskusi” jadi pingin kirim tulisan dan posting tulisanku yang pernah tak posting di blog pribadiku. mudah2an ada manfaatnya…
Ibu …
Apakah ini yang namanya PERINGATAN NEGERI MERDEKA
Bendera berkibar disetiap pojok rumah kita
Penghormatan menjadi wajib yang sangat luar biasa
tapi yang tidak disertai makna
dan kecintaan hanya pada bungkus belaka (lagi…)
Mandikan Aku Bunda Jumat, Juni 27, 2008
Posted by bapakethufail in Renungan.Tags: aku, alif, anak, bunda, ibu, lentera hati, mandikan
12 comments
Tulisan ini diambil dari : http://lenterahati.wordpress.com/2007/08/18/mandikan-aku-bunda/
Foto/gambar diambil dari :
http://sekolahalamarridho.wordpress.com
Sebuah tulisan yang begitu terharu ketika aku membacanya, sehingga linangan air mata tidak tersadarkan hadir di pelupuk. Begitu sibuknya keseharian kita, Begitu pentingnya sebuah materi, harta, jabatan, karier….. tapi lebih penting adalah keluarga terutama anak. Tulisan ini membuat betapa berdosanya kita (orang tua -ibu-) ketika lalai bahwa “dia” butuh sentuhannya…. sehingga kadang isyarat dari “dia” pun kita alpa. Mudah-mudahan tulisan ini banyak memberi manfaat bagi kita sebagai orang tua, terutama adalah figur kelembutan, kasih sayang -ibu-.
Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. “Why not the best,” katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika. (lagi…)
Tangis Untuk Adikku Selasa, Juni 17, 2008
Posted by customs6th in Artikel.Tags: adik, ayah, gadis, ibu, kakak, mufti arkan, tangis
4 comments
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari , orangtuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Yang mencintaiku lebih dari aku mencintainya.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatan membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya. (lagi…)

