Engkau Memang Cantik Senin, Desember 1, 2008
Posted by customs6th in Renungan.Tags: cinta, illahi, suci
5 comments
Cantik
Engkau memang cantik
Tapi aku takut menjamahmu
Karena kehadirannya adalah syahwati
Sementara cinta illahi hilang di balik pintu birahi (lagi…)
Sukses dari Persfektif 4 ta* Jumat, Juli 25, 2008
Posted by kanghasan in Motivasi.Tags: cinta, harta, jamil azzaini, kata, sukses, tahta
5 comments
Banyak hal bisa menjelaskan kira-kira apa yang dimaksud dengan sukses. Mengapa pertanyaan ini muncul? karena pada beberapa orang mendefinisikan sukses adalah pekerjaan yang cukup sulit, antara keraguan dalam ketepatan cara mengukur dan menilai kemampuan diri sendiri, dengan pencapaian yang sudah didapatkan. Bisa jadi karena secara tidak sadar kita tidak dapat menerima kegagalan, sehingga menilai diri sendiri sukses pun kerap tidak berani. Memang bisa jadi ukuran sukses itu amat relatif kata beberapa orang. Tetapi sebenarnya ukuran sukses itu cukup simpel dan obyektif. Karena ia dicapai setelah melalui serangkaian proses kreatif dan berkelanjutan.
Barrack Obama sukses menjadi kandidat calon presiden AS dari kubu Partai Demokrat, pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf sukses menjadi gubernur Jawa Barat, KPK sukses melakukan penangkapan tersangka pelaku korupsi di DJBC dan Kejaksaan, dan Kontingen Jawa Timur meraih sukses pada PON di Kalimantan Timur. Rentetan kejadian-kejadian tersebut masing-masing dikatakan sebagai sebuah keberhasilan, sebuah sukses. Itu berarti bahwa sukses adalah sebuah pencapaian (target) tertentu. Target ini telah secara sadar diniatkan. Niat mengejawantah ke dalam tindakan yang sungguh-sungguh yang didalamnya ada latihan, teknik, strategi, dan dinamika yang saling bertaut. Tindakan adalah upaya pembuktian kesungguhan niat, penguasaan teknik, dan ketepatan strategi yang digunakan.
Jadi tidak ada sukses yang datang tiba-tiba dari langit. Para Nabi tidak begitu saja menerima wahyu tanpa proses pembentukan karakter kepribadian yang mumpuni sebelumnya. Ujian demi ujian, godaan demi godaan adalah guru yang membentuk kekuatan jiwa mereka sehingga mampu berhadapan dengan kerasnya medan dakwah pada jamannya. Maka dari itu sukses yang mereka raih adalah hasil jerih payah upaya yang setimpal. (lagi…)
CINTA SAYA KEPADA ISTRI SAYA SERAHKAN PADA-NYA Selasa, Juni 17, 2008
Posted by customs6th in Artikel.Tags: anak, cinta, istri, mufti arkan, Pak Suyatno, serahkan, suami
7 comments
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum. Untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televise sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang. Bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. (lagi…)
